Kamis, 05 Januari 2017

Teknologi dan Pemberantas Kemiskinan

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan syukur saya panjatkan pada Allah S.W.T, karena berkat rahmatnya karunia-Nya saya dapat menyusun dan menyelesaikan makalah” ini  tepat pada waktunya.
Makalah ini berisi informasi cara memberantas kemiskinan dengan teknologi.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun akan selalu saya harapkan.

Depok,5 Januari  2017
Luthfi Fattulloh

BAB I
PENDAHULUAN
A.        LATAR BELAKANG
            Kemiskinan dan teknologi adalah hal yang mungkin berkaitan dan memiliki jawaban atas masalah kemiskinan. dalam makalah ini akan menjelaskan hubungan tentang kemiskinan,teknologi dan cara memberantas kemiskinan dengan teknologi


B.        BATASAN MASALAH
            Dalam pembahasan makalah ini saya akan menguraikan tentang :

1.      kemiskinan
2.      teknologi
3.      Cara memberantas kemiskinan

C.        TUJUAN DAN MANFAAT

            Tujuan pembuatan makalah ini untuk menginformasikan kepada pembaca tentang cara memberantas kemiskinan dengan teknologi.





BAB II
PEMBAHASAN


Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Dimensi dan Klasifikasi Kemiskinan
Konsep kemiskinan merupakan suatu konsep yang multidimensional sehingga konsep kemiskinan tidak mudah untuk dipahami. Menurut Widodo, (2006:296) Kemiskinan paling tidak memiliki tiga dimensi, yaitu :
  •          Kemiskinan politik.
Kemiskinan politik memfokuskan pada derajat akses terhadap kekuasaan (power). Yang dimaksud kekuasaan disini meliputi tatanan sistem sosial politik yang menentukan alokasi sumber daya untuk kepentingan sekelompok orang atau tatanan sistem sosial dan menentukan alokasi sumber daya.
  •             Kemiskinan sosial.
Kemiskinan sosial adalah kemiskinan karena kekurangan jaringan sosial dan struktur yang mendukung untuk mendapat kesempatan agar produktivitas seseorang meningkat. Dengan kata lain kemiskinan sosial adalah kemiskinan yang disebabkan adanya faktor-faktor menghambat yang mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
  •             Kemiskinan Ekonomi
Kemiskinan dapat diartikan suatu keadaan kekurangan sumber daya (resources) yang digunakan    untuk meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang. Kemiskinan dapat diukur secara langsung dengan menetapkan persediaan sumber daya yang tersedia pada kelompok ini dan membandingkannya dengan ukuran-ukuran baku. Sumber daya yang dimaksud dalam pengertian ini mencakup konsep ekonomi yang luas tidak hanya merupakan pengertian finansial, dalam hal ini kemampuan finansial keluarga untuk memenuhi kebutuhan, tetapi perlu mempertimbangkan semua jenis kekayaan yang dapat meningkatkanjkesejahteraanmmasyarakat. 


 Kemiskinan berdasarkan penyebab terjadinya kemiskinan tersebut, yaitu :

  •  Kemiskinan Individu, kemiskinan yang disebabkan oleh kondisi alami seseorang; misalnya cacat mental atau fisik, usia lanjut sehingga tidak mampu bekerja, dan lain-lain. 
  •  Kemiskinan Alamiah, kemiskinan yang disebabkan lebih dikarenakan oleh masalah alam, misalnya kondisi geografis suatu daerah yang tidak mendukung untuk berkembang, atau dapat pula karena faktor-faktor alam lainnya seperti bencana alam
  • Kemiskinan Kultural, kemiskinan yang disebabkan rendahnya kualitas SDM akibat kultur masyarakat tertentu; misalnya rasa malas, tidak produktif, bergantung pada harta warisan, dan lain-lain. Erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya
  •  Kemiskinan Struktural, disebabkan oleh kesalahan sistem pemerintahan suatu Negara


Teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada. Teknologi bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi.
Yang dimaksud dengan teknologi tepat guna adalah suatu teknologi yang telah memenuhi tiga syarat utama yaitu :
Persyaratan Teknis, yang termasuk di dalamnya adalah :
  •                memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin                   bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan                   impor.
  •                  jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus diterima oleh pasar yang ada.
  •                menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran dan masih dapat dikembangkan, sehingga           dapat dihindari kerusakan atas mutu hasil.
  •            memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya.

Persyaratan Sosial, meliputi :
  •       memanfaatkan keterampilan yang sudah ada
  •       menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang
  •          menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.
  •           membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang dinamis.


Telah dijelaskan diatas tentang Ilmu Pengetahuan Teknologi, Kesadaran, dan juga Kemiskinan. Berarti kita telah paham masing – masing pengertiannya dan maksudnya. Langkah selanjutnya adalah membahas tentang penyelesaiannya.

Nyaris hampir setiap hari orang menggunakan manfaat Teknologi, ini bisa dijadikan sumber pendapatan negara. Misalnya saja, setiap barang yang masuk ke wilayah indonesia (Teknologi) dikenai pajak. Karena sudah tentu teknologi tersebut dibandrol dengan harga yang tinggi, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Pajak tersebut juga akan tersalurkan untuk masyarakat miskin dalam membantu pemenuhan hidupnya. Pemerintah tentunya mempunyai data kemiskinan bagi masyarakat miskin, dengan itu upaya pemerintah melaksanakan kesejahteraan seluruh rakyat dapat terealisasikan. Pemerintah bisa membangun sekolah gratis dari pendapatan pajak tersebut. Dengan itu masyarakat miskin pun bisa menikmati teknologi terbaru di sekolah gratis yang dibangun pemerintah.

Selain itu pemerintah juga mengupayakan menumbuhkan kesadaran masyarakat miskin dengan upaya pendekatan, agar masyarakat miskin mau mengikuti program pemerintah mengentaskan kemiskinan. Dengan begitu usaha pemerintah membangun sekolah gratis yang di dalamnya terdapat Ilmu Pengetahuan Teknologi tidak menghasilkan kekecewaan.

Dalam kehidupan perekonomian negara Indonesia tidak terlepas dari peran usahawan. Tentu saja mereka menggunakan teknologi dalam pekerjaanya. Dari sini kita bisa menggerakkan kesadaran mereka untuk berbagi bersama dengan masyarakat miskin. Kesadaran merekalah yang nantinya mengubah pandangan masyarakat miskin bahwa mereka juga diperhatikan. Misalnya, lewat berita bisnis kita selipkan artikel tentang berita masyarakat miskin, bisa juga bebagi sedikit upah kerja untuk disumbangkan ke masyarakat miskin melalui bank yang dikelola pemerintah, selain itu bisa diselipkan seminar tentang masyarakat miskin yang mana menjadikan keakraban semakin terjalin antara masyarakat miskin dengan mereka yang hidup berkecukupan.

Dengan memaparkan pendidikan agama lewat internet (seperti ceramah di you tube, artikel tentang kesadaran terhadap sesama) maka setiap pasang mata yang melihat akan menyadari dan mengubah jalan hidupnya sesuai tuntunan agama tentang kepedulian terhadap sesama.

Teknologi tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian, juga terhadap kesehatan. Dari sini masyarakat miskin pun bisa mendapatkan manfaat lewat balai pengobatan yang disediakan pemerintah, khususnya bagi masyarakat tidak mampu, sebagai contoh misalnya saja puskesmas. Dengan begitu masyarakat miskin pun tidak gagap teknologi. Mereka juga bisa menikmati manfaat teknologi seperti masyarakat kelas atas.



BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
            Dari apa yang saya jabarkan diatas, dapat di simpulakan bahwa keberadaan teknologi di Indonesia khususnya untuk kehidupan masyarakat kebawah sangatlah bermanfaat dalam bidang apapun apabila digunakan dengan sebaik mungkin.
B.  SARAN
             Semoga kedepannya pemanfaatan teknologi lebih di kembangkan di indonesia












DAFTAR PUSTAKA




Senin, 07 November 2016

Perbandingan Pendidikan masyarakat Kota dan Desa

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan syukur saya panjatkan pada Allah S.W.T, karena berkat rahmatnya karunia-Nya saya dapat menyusun dan menyelesaikan makalah” Perbandingan Pendidikan masyarakat Kota dan Desa” tepat pada waktunya.
Makalah ini berisi informasi tentang perbandingan pendidikan di perkotaan dan di pedesaaan. Dan semoga dapat bermanfaat bagi sesama.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun akan selalu saya harapkan.

Depok,8 November 2016
Luthfi Fattulloh

BAB I
PENDAHULUAN
A.        LATAR BELAKANG
            Dunia ini selalu memiliki hal untuk dibahas, dipelajari dan diteliti oleh karena itu makalah ini dibuatuntuk menambah wawasan kita tentang dunia pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan yang mempunyai perbedaan yang cukup signifikan


B.        BATASAN MASALAH
            Dalam pembahasan makalah ini saya akan menguraikan tentang :

1.      Kesenjangan pendidikan msyarakat kota dan desa

C.        TUJUAN DAN MANFAAT


            Tujuan pembuatan makalah ini untuk menginformasikan kepada pembaca tentang perbedaan pendidikan di masyarakat kota dan desa dalam bidang teknologi maupun fasilitas

BAB II
PEMBAHASAN
Perkembangan pendidikan di Indonesia memang masih pada level stagnan atau jalan ditempat. Sistem pendidikan yang selalu berubah-rubah, kurikulum yang selalu berubah, dan kebijakan-kebijakan yang membingungkan membuat status pendidikan Indonesia belum juga meningkat (Nur Rois, 2012).
Pemerintah memang tak henti-hentinya memberikan kebijakan demi kemajuan pendidikan, namun kebijakan demi kebijakan seakan hanya menjadi oase di tengah padang pasir yang kesejukannya hanya sesaat saja. Dalam praktiknya, pendidikan tetap menjadi masalah yang krusial bagi bangsa ini.
Hingga saat ini memang belum terjadi pemerataan pendidikan, baik dari segi tenaga pengajar, fasilitas sarana prasarana, sampai siswa-siwanya yag kelak menjadi generasi penerus bangsa. Sekolah yang kualitasnya bagus karena memiliki pengajar yang kompeten, fasilitas lengkap, dan siswa-siswanya cerdas akan semakin bagus. Sedangkan sekolah yang kualitasnya sedang justru sebaliknya. Sekolah yang kualitasnya sedang atau kurang bagus akan menjadi bertambah buruk. Sudah tenaga pengajarnya kurang kompeten, fasilitasnya kurang, siswa-siswanya juga kurang secara akademis menurut Prof. Eko Budihardjo (dalam www.mediaindonesia.com).
Sebagai contoh untuk dapat menikmati program kelas bertaraf Internasional diperlukan dana kurang lebih dari puluhan juta. Alhasil hal tersebut hanya dapat dinikmati golongan kelas atas yang mapan. Dengan kata lain yang maju semakin maju, dan golongan yang terpinggirkan akan semakin terpinggirkan dan tenggelam dalam tuanya.
arus globalisasi yang semakin kencang yang dapat menyeret mereka dalam jurang kemiskinan. Masyarakat kelas atas menyekolahkan anaknya di sekolah – sekolah mewah di saat masyarakat golongan ekonomi lemah harus bersusah payah bahkan untuk sekedar menyekolahkan anak mereka di sekolah biasa. Maka, ketimpangan ini dapat memicu kecemburuan yang berpotensi menjadi konflik sosial. Peningkatan kualitas pendidikan yang sudah tercapai akan sia-sia jika gejolak sosial dalam masyarakat akibat ketimpangan karena kemiskinan dan ketidakadilan tidak diredam (Hanakristina,2010).

Angka jumlah pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat tidak merata. Khususnya pada daerah pedesaan dan perkotaan, dan hal tersebut mengakibatkan kesenjangan di teknologi di duniapendidikan. secara umum perbedaan sekolah antara di kota dan di desa, memang sungguh jauh perbedaannya. Namun dari sisi semangat belajar, tak kalah. Bahkan belakangan secara umum di kota dengan berbagai kemudahan, anak-anak tidak menunjukkan prestasi yang sepadan. Sebaliknya di desa, dengan berbagai keterbatasan, muncul anak-anak yang berprestasi dan memiliki semangat belajar luar biasa.
Kemajuan teknologi telah diserap sempurna oleh anak-anak perkotaan, sehingga telah menjadi pemandangan sehari-hari bagaimana anak-anak perkotaan tak bisa terlepas dari gadget. Sementara anak-anak di desa, memiliki alat-alat berteknologi tinggi masih menjadi impian. Tapi dampak dari teknologi yang negatif, telah pula terserap dengan sempurna di kota, sementara desa tak begitu kelihatan mencolok pengaruhnya.
Suasana di sekolahpun antara di kota dan di desa juga berbeda. Fasilitas sekolah perkotaan relatif lebih maju, tidak seperti yang ada di desa, gedung sekolahnya saja banyak yang masih memprihatinkan. Di sekolah perkotaan anak-anak berseragam, cantik dan tampan, bersepatu dan wangi. Sementara di sekolah pedesaan, masih menjadi pemandangan sehari-hari bagaimana anak-anak sekolah berseragam aneka warna, ada yang tidak mengenakan alas kaki dengan wajah kuyu dan lelah, karena tidak jarang sampai sore hari masih harus membantu kegiatan orang

BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
            Dari apa yang saya jabarkan diatas, dapat di simpulakan bahwa Kesenjangan antara di dunia pendidikan masyarakat kota dan desa begitu terlihat dan perlu di tindak lanjuti agar tidak tmembuat perbedaan yang begitu besar
B.  SARAN
             Semoga kedepannya dapat diperoleh pendidikan yang merata diantara masyarakat kota dan masyarakat desa 


DAFTAR PUSTAKA