Rabu, 30 Mei 2018

Struktur Website Yang Baik


Membuat Struktur Website Yang Baik
Struktur website harus seperti piramida. Di bagian atas piramid adalah beranda, dan di bawah beranda sejumlah halaman kategori. Untuk website yang lebih besar, website harus membuat subkategori atau taksonomi khusus (lebih banyak lagi nanti). Dalam kategori dan subkategori, akan memiliki sejumlah posting blog, halaman atau halaman produk.
Mengembangkan Struktur Internal Link
tiga alasan mengapa internal link sangat penting:
  • Memungkinkan pengguna untuk menavigasi web
  • Membantu membangun informasi hirarki untuk website
  • Membantu penyebaran link juice (ranking power)
Masing-masing secara langsung terkait dengan penciptaan struktur web yang terintegrasi dengan baik.
Tidak perlu terlalu rumit dalam membuat internal link. Ide dasarnya adalah bahwa setiap halaman di web harus memiliki beberapa link (mengandung link dari halaman lain). Internal Link memberitahu mesin pencari halaman mana yang penting, dan bagaimana menuju ke sana.

Menetapkan Konten Cornerstone

Halaman konten yang penting penting disebut konten Cornerstone. Artikel Cornerstone adalah artikel terpenting di situs suatu website. Isi Cornerstone adalah konten yang persis mencerminkan bisnis atau misi bisnis web tersebut.

Membagi Halaman Anda Dalam Kategori.

Pastikan kategori itu sama besarnya. Jika kategori menjadi terlalu besar karena blogging banyak tentang topik tertentu, website harus membagi kategori tersebut menjadi dua kategori utama. Aturan praktis yang bagus untuk ukuran kategori adalah memastikan bahwa tidak ada kategori yang lebih dari dua kali ukuran kategori lainnya



Contoh struktur website Belajarkoding.net :


a.       Berdasarkan Struktur Website :
·          Beranda Web
·          Kategori
·          Sub kategori
·          Internal link
b.       Corner stone dari web tersebut merupakan informasi tentang koding , baik desktop, mobile maupun untuk web application
c.       Mudahnya pencarian web tersebut hanya untuk beberapa key word saja.

Suber:


Senin, 30 April 2018

Pengembangan Web dan Perbandingan 2 Web


INSTITUSI PENGELOLA INTERNET ATAU WEB
Berikut ini adalah beberapa institusi pengola website

1.      W3C (WORLD WIDE WEB CONSORTIUM) – http://www.w3c.org
World Wide Web Consortium (W3C) adalah organisasi dunia (internasional) yang mengatur standar World Wide Web (W3) atau dalam bahasa indonesia disebut Waring Wera Wanua. Organisasi ini berkomitmen dalam mengatur pengembangan web, yang terdiri dari 320 anggota dan didirikan pada Oktober 1994 sebagai gabungan antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan European Organization for Nuclear Research (CERN), dengan dukungan dari U.S. Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) danEuropean Commission. Selain mengatur aturan pengembangan web, juga membuatt Web dapat diakses oleh semua user dan ikut melibatkan diri dalam dunia pendidikan. Beberapa standar hasil pengembangan ataupun rekomendasi  dari W3C antara lain HTML, CSS, XHTML, DOM, SOAP, XML, dan masih banyak lagi.
Selain itu, Tim Berners-Lee adalah seorang penemu dari World Wide Web pada tanggal Oktober 1994 dan pada akhirnya diangkat menjadi ketua World Wide Web Consortium (W3C). W3C sendiri telah bekerja sama dengan organisasi lain yang melakukan standarisasi teknologi seperti Internet Engineering Task Force,Forum Wireless Application Protocols (WAP) dan Unicode Consortium.

2.      INTERNET ENGINEERING TASK FORCE (IETF)
IETF (Internet Engineering Task Force ) merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan Internet. Organisasi ini diatur oleh IESG (Internet Engineering Steering Group), dan diberi tugas untuk mempelajari masalah-masalah teknik yang terjadi dalam jaringan komputer dan Internet, dan kemudian mengusulkan solusi dari masalah tersebut kepada IAB (Internet Architecture Board). Pekerjaan IETF dilakukan oleh banyak kelompok kerja (disebut sebagai Working Groups) yang berkonsentrasi di satu bagian topik saja, seperti halnya keamanan, routing, dan lainnya. IETF merupakan pihak yang mempublikasikan spesifikasi yang membuat standar protokol TCP atau IP.
IETF dimulai bulan Januari 1985 sebagai pertemuan setiap triwulan para peneliti yang didanai pemerintah AS. Perwakilan dari vendor non-pemerintah diundang sejak pertemuan IETF 4 oktober pada tahun itu. Pada tahun 1992, Internet Society, yang merupakan masyarakat keanggotaan yang profesional, dibentuk dan dipindahkan ke IETF sebagai badan standar internasional independen. Misi dari IETF adalah untuk membuat kinerja Internet yang lebih baik dengan menghasilkan kualitas yang tinggi, teknis dokumen yang relevan yang mempengaruhi cara desain, penggunaan, dan mengelola Internet.

Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

3.      Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN)
ICANN, singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 18 September 1998dan resmi berbadan hukum pada 30 September 1998. Organisasi yang berkantor pusat di Marina Del Rey, California ini ditujukan untuk mengawasi beberapa tugas yang terkait dengan Internet yang sebelumnya dilakukan langsung atas nama pemerintah Amerika Serikat oleh beberapa organisasilain, terutama Internet Assigned Numbers Authority (IANA)
.
4.      Internet Society International (ISOC)
Internet Society International (ISOC) adalah organisasi intenasional yang mempromosikan penggunaan Internet dan aksesnya. Keanggotaanya terbuka kepada siapa saja, baik pribadi, perusahaan, universitas maupun pemerintah. SOC adalah asosiasi professional Internet yang terdiri dari 17.000 anggota individual dan 130 anggota organisasi di seluruh dunia. Ia adalah organisasi non-pemerintah berskala internasional yang bertujuan untuk bekerjasama dan berkoordinasi secara global dalam bidang aplikasi dan teknologi internet serta internetworking.
ISOC juga adalah organisasi induk bagi Internet Engineering Task Force, Internet Engineering Steering Group, dan Internet Architecture Board, ketiganya merupakan organisasi yang bertanggungjawab terhadap pengembangan teknikal internet dan segala hal yang berkaitan dengannya. ISOC bertujuan untuk menjamin pengembangan yang terbuka, evolusi dan penggunaan internet agar bermanfaat bagi seluruh umat manusia di muka bumi.

5.      Internet Assigned Numbers Authority
IANA, singkatan dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet. IANA beroperasi di bawah naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari Internet Architecture Board(IAB).



Lalu saya akan membandingkan 2 website yaitu TokoPedia dan JD.id, dimana saya hanya membandingkan kecepatan dan tapilan dari kedua website tersebut.
Untuk Tokopedia memiliki kecepatan akses sekitar 4.8 detik pada percobaan pertama
Dimana tokopedia memiliki page file size sebesar 2.6 MB. Dan memiliki Search bar yang lebih baik dari pada JD.id karena Search bar Tokopedia selalu mengikuti setiap kita scroll down.






Sementara untuk JD.id memiliki kecepatan akses sekitar 7.1 detik pada percobaan pertama
Dimana jd.id memiiki page file size sebesar 2.8

Pada Search bar JD.id hanya tetap diatas meski kita Scroll Down. Jadi menurut saya Tokopedia memiliki search bar lebih baik karena tidak perlu repot kembali ke atas untuk kembali mencari barang.

setelahnya




Selasa, 10 April 2018

Resensi Buku - The Chronicles Of Narnia : The Horse and His Boy



Identitas Novel
Judul Novel                 : The Chronicles Of Narnia : The Horse and His Boy (Kuda dan Anak Manusia)
Penulis                        : Clive Staples Lewis
Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                  : Jakarta
Tahun Terbit                 : 2010
Tebal Halaman              : 312 halaman

The Horse and His Boy adalah Seri ketiga dari tujuh seri The Chronicles of Narnia. Dimana seri ini berlatar belakang pada masa kerjaan Raja Peter, yang berlokasi didunia Narnia , yang dimana bercerita tentang seorang anak laki laki dan seekor kuda yang berada jauh sekali dari Narnia dan mencoba untuk kembali ke Narnia.

Kelebihan dari novel ini adalah jalan cerita yang memiliki banyak perubahan dari arah ceritanya yang membuat pembaca tidak menyangka akan hal tersebut. Dan hal tersebut di keluarkan dalam waktu yang tepat sehigga pembaca semakin ingin mengetahui kelanjutan dari cerita tersebut.

            Pembangunan alur petualangan dibuku ini sangat menarik, karena banyak hal yang akan kita ketahui tentang dunia di Narnia dan membuat pembaca seakan masuk kedalam petualangan antara Bree dan Shasta. Dalam setiap bab buku ini memiliki pembangunan alur cerita yang begitu penting, seperti Shasta yang bertemu Pangeran Corin pada bab 5, lalu dijelaskan siapa pangeran corin dan Shasta sebenarnya pada bab 14.  Cerita dari buku ini akan lebih menarik lagi Jika ingin mengetahui apa yang yang dilakukan oleh keluarga kerajaan Narnia yang tidak diceritakan di buku ke dua.

            Kekurangan dari buku ini hanya pada perlunya membaca seri sebelumnya agar mengetahui lebih jelas apa yang dimaksudkan.



Jumat, 30 Maret 2018

Website


1.      Apa itu Website
Website adalah sering juga disebut Web, dapat diartikan suatu kumpulan-kumpulan halaman yang menampilkan berbagai macam informasi teks, data, gambar diam ataupun bergerak, data animasi, suara, video maupun gabungan dari semuanya, baik itu yang bersifat statis maupun yang dinamis, yang dimana membentuk satu rangkaian bangunan yang saling berkaitan dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan halaman atau hyperlink.
Atau definisi website adalah kumpulan dari berbagai macam halaman situs, yang terangkum didalam sebuah domain atau juga subdomain, yang lebih tempatnya berada di dalam WWW (World Wide Web) yang tentunya terdapat di dalam Internet.
Halaman website biasanya berupa dokumen yang ditulis dalam format Hyper Text Markup Language (HTML), yang bisa diakses melalui HTTP, HTTP adalah suatu protokol yang menyampaikan berbagai informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para user atau pemakai melalui web browser.

2.      Sejarah Singkat Web
 Tahun 1991, Sir Timothy John dari Tim Berners-Lee dan peneliti lain di European Particle Physics Lab (Consei Europeen Poor La Pecherche Nucleaire atau CERN) di Ganewa, Swiss, mengembangkan suatu cara untuk men-share data antarkoleganya dengan menggunakan yang disebut Hypertext. pemakai di CERN dapat menampilkan document pada layar komputer dengan menggunakan software browser baru.

Jalan pintas CERN digunakan sebagai dasar dari yang disebut WWW dan berikut server dan browser webnya (sekarang pemeliharaan oleh W3C (World Wide Web Consortium)).


WWW lebih dikenal dengan web merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer terhubung ke Internet. WEB pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi Hypertext, pemakai dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web.


W3C mengembangkan teknologi (spesifikasi untuk guide linesoftware, dan tool) yang dapat dioperasikan pada platformmana pun. Dibentuk pada Oktober 1994, dengan jumlah anggota lebih dari 400 organisasi anggota dari seluruh dunia. W3C kini merupakan badan resmi yang membuat standar Web.

3.      Cara Kerja Web
1. masukan alamat pada web yang di tuju
2. browser akan meminta halaman web dari web server
3. web browser akan mengirimkan data web yang di minta ke browser
4. browser menginterprestasikan data dan tampilan

4.      Arsitektur Web
Arsitektur Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web. Website arsitektur akan datang dalam ruang lingkup estetika dan teori kritis dan kecenderungan ini dapat mempercepat dengan munculnya web semantik dan web 2.0.
Website arsitektur memiliki potensi untuk menjadi istilah yang digunakan untuk disiplin intelektual mengatur konten website. ”Web desain”, dengan cara kontras, menggambarkan tugas - tugas praktis, bagian – bagian grafis dan teknis, dari merancang dan menerbitkan sebuah situs web. Perbedaan tersebut dibandingkan dengan yang antara tugas mengedit sebuah koran atau majalah dan desain grafis dan pencetakan. Setiap halaman website hendaknya tidak lebih dari 2 (dua) level kedalaman atau 2 (dua) kali klik dari halaman depan (home).

5.      Jenis Jenis Web
Jenis Website ada 3 yaitu:
1. Website Statis
Website Statis adalah website yang mempunyai halaman yang tidak berubah
2. Website Dinamis
Website Dinamis adalah website yang secara strukturnya diperuntukan untuk update sesering mungkin, biasanya menggunakan RSS untuk mengirimkan update kepada pengguna web tersebut
3. Website Interaktif
Website Interaktif adalah website yang digunakan untuk berinteraksi dan bertukar pikiran seperti forum dan blog

6.      Web Science
Web Science terdiri atas kata “Web” dan kata “Science”, dimana kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda. Berikut merupakan penjelasan dari definisi kedua kata tersebut sehingga dapat membentuk suatu istilah baru yang disebut dengan “Web Science”.

Website atau situs diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Science adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sumber ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan seluruh isinya. Dengan kata lain, science itu sendiri merupakan kumpulan ilmu pasti yang memberikan makna tersendiri bagi yang mempelajarinya.
Web Science dapat disimpulkan yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang akurat dan dapat di unduh dari dunia maya tanpa kita harus menuju ke sumber informasi yang ada di informasi yang ingin kita cari, sehingga memudahkan kita untuk memperoleh informasi.

7.      Jenis – Jenis Web Science
1. Web Engineering
2. Artificial Intelligence
3. Mathematics
4. Psychology
5. Biology
6. Ecology
7. Sociology
8. Socio Culture
9. Law
10. Economics
11. Media.

8.      Web Secure
Dalam web security ada 3 prinsip utama, yaitu Confidentialy, Integrity dan Availability

1. Confidentialy
            Confidentiality memiliki makna bahwa data-data ataupun informasi-informasi yang berada di dalam sebuah website hanya dapat di baca atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan untuk mengaksesnya
2. Integrity
           Integrity yaitu data data yang berada di dalam server atau website hanya dapat diubah ataupun di delete oleh orang yang memiliki akses untuk melakukan hal itu
3. Availability
    Jika confidentiality bermakna hanya user yang memiliki kewenangan yang dapat melihat data tertentu yang tersimpan di dalam sebuah server atau website, availability memiliki makna bahwa website harus dapat diakses jika user ingin menggunakannya.
    Bedanya dengan prinsip pertama yaitu Availability hanya menekankan kepada dapat diakses nya sebuah website, mengenai siapa yang dapat mengaksesnya itu telah dicover oleh prinsip confidentiality



DAFTAR PUSTAKA
http://silvicandra.blogspot.com/



Jumat, 19 Januari 2018

Prediksi New Media Yang Akan Datang

Prediksi Positif terhadap new media yang akan datang

1.      Mesin Ai(mengabil alih)
Kecerdasan buatan[AI] akan mengabil alih tugas berpikir manusia dengan cepat berbasis data dan mengurangi waktu untuk mengamati serta menguji inovasi baru.

2.       Integrasi iq of thing
Mulai 2018, kecerdasa buatan berkecepatan tinggi(near instant) akan ditanamkan dalam IoT, mulai dari diterapkan di perkotaan, bisnis, perumahan dan kendaraan.

3.       Headset augmented reality
Virtual reality [Vr] akan mengubah industry hiburan dan permainan dalam jangka pendek. Kelebihan utamanya yakni fitur pengalaman terintegrasi(immersive experiece).

4.       Hubungan mendalam dengan pelanggan
Dalam setahun ke depan, analitik prediktif, machine learning dan ai akan menjadi fitur utama yang membantu berbagai perusahaan untuk memahami dan melayani pelanggan ketika atau bahkan sebelum dibutuhkan.

5.       Verifikasi
Vr dan AI akan membantu orang menulusuri kebenaran informasi yang diterima tanpa dipengaruhi emosi dan prasangka external. Disamping tetap menerapkan pertimbangan humanis sesuai kebutuhan.

6.       E-sport
Esport akan menjadi laha baru melalui atlet yang duduk di belakang layar atau menggunakan headset vr yang berkompetisi di dunia rekayasa computer.

7.       Hubungan Erat mesin dan manusia
System semakin terhubung menjadi sesuatu yang lebih besar lagi.

8.       Perjalanan menuju mega cloud
Semakin banyak perusahaan yang beralih ke pendekatan multi-cloud, mulai dari public privat, hosted, managed dan software as a service[SaaS].

dampak Negatif akan new media yang akan datang
1.      Ketergantungan manusia terhadap mesin akan semakin besar. System semakin terhubung menjadi sesuatu yang lebih besar lagi.
2.      Mudahnya pencurian data dikarenakan teknologi yang terus meningkat dan kurangnya kesadaran dari pengguna tersebut

Ada pun beberapa cara untuk mencegah tindak negative terhadap new media yang akan datang
1.      Mempelajari dan memahami manfaat dan dampak new media yang akan datang agar tidak keliru dalam menggunakannya
2.      Memanfaatkan new media dengan baik , dan tidak menyalahi aturan
3.      Tidak terlalu bergantung pada suatu media tertentu


sumber
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180110151627-188-267918/8-prediksi-teknologi-yang-mengubah-masa-depan

Minggu, 31 Desember 2017

Participatory Culture

Participatory culture adalah konsep yang berlawanan dengan budaya konsumen – dengan kata lain budaya dimana individu pribadi (publik) tidak bertindak sebagai konsumen saja, tetapi juga sebagai kontributor atau produsen (prosumers). Contoh,  dalam sebuah Forum kita tidak hanya menjadi kosumen untuk mendapatkan informasi namun juga kita bisa menjadi produsen yang memberikan informasi.
Mobility ialah mudahya pengakesan dengan cara mengunakan bergbagai macam gadget. Karena teknologi ini terus berkembang ke arah makin maju karena semakin didorong pengguna dan kurang dibatasi pada jadwal dan lokasi..
Interactivity ialah adanya fitur-fitur yang mengasyikan membuat kita lebih interaktiv dengan gadget dan lebih lama bersosialisi dengan dunia digital dari pada berinteraksi secara lagsung.
Identity ialah berupa nama, foto, hoby, dan lain sebagainya dalam social media dapat menunjukan identitas pribadi maupun identitas orang lain.
Penyebab Participatory Culture
-          Rasa penasaran terhadap suatu kejadian dan ingin memberitahu orang lain
-          Gadget yang semakin canggih yang memudahkan mencari informasi
-          Fitur fitur yang mendukung penyampaian berita
-          Keingin berbagi akan berita terbaru
Dampak Positif Participatory Culture
-          Dapat menghasilkan karya baru
-          Lebih percaya diri untuk mengemukakan gagasan
Dampak Negatif Participatory Culture
-          Tak banyak yang mengeluarkan informasi tidak benar
-          Terkadang menerima informasi tanpa dibuktikan benar tidaknya

Senin, 06 November 2017

TV Analog dan TV Digital

A.     Sejarah Televisi

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.

1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.

1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

B.     Perbedaan TV Analog dan TV digital
·         Kualitas gambar dan suara

Siaran televisi digital terestrial menyajikan gambar dan suara yang jauh lebih stabil dan resolusi lebih tajam ketimbang analog. Hal ini dimungkinkan oleh penggunaan sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang mampu mengatasi efek lintas jamak (multipath). Pada sistem analog, efek lintasan jamak menimbulkan echo atau gaung yang berakibat munculnya gambar ganda (seakan ada bayangan).
Penyiaran televisi digital menawarkan kualitas gambar yang sama dengan kualitas DVD, bahkan stasiun-stasiun televisi dapat memancarkan programnya dalam format 16:9 (layar lebar) dengan standar Standard Definition (SD) maupun High Definition (HD). Kualitas suara pun mampu mencapai kualitas CD Stereo, bahkan stasiun televisi dapat memancarkan suara dengan Surround Sound (Dolby DigitalTM).
·         Tahan perubahan lingkungan

Siaran televisi digital terestrial memiliki ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi karena pergerakan pesawat penerima (untuk penerimaan mobile TV), misalnya di kendaraan yang bergerak, sehingga tidak terjadi gambar bergoyang atau berubah-ubah kualitasnya seperti pada TV analog saat ini.
·         Tahan terhadap efek interferensi

Teknologi ini punya ketahanan terhadap efek interferensi, derau dan fading, serta kemudahannya untuk dilakukan proses perbaikan (recovery) terhadap sinyal yang rusak akibat proses pengiriman atau transmisi sinyal. Perbaikan akan dilakukan di bagian penerima dengan suatu kode koreksi error (error correction code) tertentu.

·         Efisiensi spektrum/kanal

Teknologi siaran televisi digital lebih efisien dalam pemanfaatan spektrum dibanding siaran televisi analog. Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk siaran televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital sehingga tidak perlu ada perubahan pita alokasi baik VHF maupun UHF. Sedangkan lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital berbanding 1 : 6, artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital untuk lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplex dapat digunakan untuk memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda tentunya.

Dalam bahasa yang sederhana, ini berarti dalam satu frekuensi dapat digunakan untuk enam siaran yang berbeda. Ini jauh lebih efisien dibanding dengan siaran analog dimana satu frekuensi hanya untuk satu siaran saja. Dengan keunggulan ini, keterbatasan jumlah kanal dalam spektrum frekuensi siaran yang menjadi penghambat perkembangan industri pertelevisian di era analog dapat diatasi dan memungkinkan munculnya stasiun-stasiun televisi baru yang lebih banyak dengan program yang lebih bervariasi.

C.     Kelebihan dan Kekurangan TV Analog dan TV digital

·         Tv Digital:
Kelebihan TV Digital memiliki kualitas visual dan audio yang lebih bagus dari pada TV analog. Selain itu yang terpenting adalah dari aspek regulasi, akan terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa sehingga dapat menampung sekian banyak perusahaan baru yang akan bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital. Dengan demikian akan dapat dihindari adanya monopoli penyelenggaraan televisi digital di Indonesia.
International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional memberi kebijakan konversi ke penyiaran digital  kepada seluruh negara di dunia, agar paling lambat 17 Juni 2015.  Berdasarkan kebijakan ini TV analog atau TV biasa yang kita tonton sehari-hari bakal tidak bisa digunakan sehingga mau tidak mau masyarakat harus berganti ke TV yang bisa menangkap siaran digital.
·         Tv Analog ::

Pertama kali ada televisi, model dari televisi masih menggunakan konsep TV analog, kualitas gambar yang didapat masih sangat jelek, masih banyak sekali gangguan, terutama di noise gambar. TV Analog masih menggunakan CRT yang tidak hemat tempat dan tidak juga hemat listrik. Karena banyak kelemahan tersebut, maka dibuatkan TV generasi berikutnya yang tujuannya untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan tersebut.
Sekarang siaran TV yang mulai digunakan adalah Digital TV (DTV). DTV adalah transmisi sinyal yang menggunakan kode 01. Pada penyiaran on air, DTV dipancarkan menggunakan Ultra High Frequency (UHF) dengan spektrum radio mulai dari 6 MHz. Kualitas gambar sangat jernih meski dalam TV berukuran kecil. Resolusi DTV mencapai 704 pixel sehingga gambar tetap jernih meski tampil pada layar besar. Untuk video, karena dukungan resolusi yang tinggi, maka tampilan gambar per frame tidak akan menghasilkan kedipan. Beda dengan TV analog yang bila dipakai untuk video dan dipaksakan pada layar besar, gambar akan menjadi buram dan terputus-putus. DTV juga mendukung siaran HDTV.

D.     Proses Sistemasi TV Digital

Penyiaran televisi digital secara umum diartikan sebagai pengambilan atau penyimpanan gambar dan suara secara digital, yang pemprosesanya (encoding-multiplexing) termasuk proses transmisi, dilakukan secara digital dan kemudian setelah melalui proses pengiriman melalui udara, proses penerimaan (receiving) pada pesawat penerima, baik penerimaan tetap di rumah (fixed reception) maupun yang bergerak (mobile reception) dilakukan secara digital.
Dalam penyiaran pertelevisian di Indonesia melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi telah memutuskan menggunakan DVBT2 sebagai standartelevisi digital terestrial tetap (TVD-TT) serta dipandang perlu merencanakan implementasi berikutnya untuk penyiaran bergerak. Bagi pemerintah teknologi DTV memungkinkan terjadi penghematan frekuensi. Sedangkan lembaga penyiaran juga dapat melakukan efisiensi infrastruktur dan biaya operasional. 
Untuk regulasi terkait penyiaran digital tidak begerak di Indonesia mengacu pada  Permen Kominfo No. 32/2013, namun dalam hal ini dianggap belum sempurna oleh berbagai pihak terkait. Akan tetepi hal ini pula justru digunakan sebagai batu pijakan dan entry-point untuk dapat berkontribusi dalam pengembangan sistem penyiaran digital secara utuh.Peraturan menteri tersebut memberikan informasi awal dan gambaran tentang hal-hal yang masih perlu disempurnakan dan mendapat kontribusi, bukan saja teknologi, tetapi juga regulasi dan model bisnis.
Di sisi yang lain PerMen No.21/PER/M.KOMINFO/4/2009 tentang standar penyiaran digital pada pita Very High Frequency (VHF) di Indonesia menyatakan bahwa penyelenggaraan penyiaran radio digital menggunakan teknologi Digital Audio Broadcasting (DAB) Family.Digital Multimedia Broadcasting (DMB) adalah sistem televisi digital tipe bergerak (mobile reception) yang berbasis pada Digital Audio Broadcasting (DAB). DABmerupakan standar radio digital yang dikembangkan oleh European Union (EUREKA) yang menawarkan beberapa layanan inovatif baru, seperti mobile TV, traffic and safety information, interactive programmes, data information, dan masih banyak lagi. untuk saat ini DMB menjadi salah satu standar televisi bergerak yang direferensikan oleh International Telecommunication Union (ITU), dan digunakan sebagai referensi dalam penelitian ini. Hal ini upaya menyiapkan agar Indonesia dapat melakukan percepatan dalam proses migrasi analog ke digital.
Pada pertelevisian ada pula alur sebuah produksi siaran yang nantinya akan disiarkan dan dinikmati oleh konsumen, utuk lebih jelasnya kita bisa melihat pada gambar3 di bawah ini



supaya lebih menarik minat masyarakat dan menaikan kualitas pertelevisian digital ada beberapa masukan dari pakar teknologi penyiaran digital yaitu diperlukannya memberi penguatan pada pelaku usaha dalam sistem penyiaran digital yang berperan dan bermain dalam rantai nilai pengimplementasian model penyiaran bergerak tersebut, antara lain: 

a) Content Aggregator. Pihak ini yang berperan untuk mengagregasi konten pada kanal TV berdasar pada lisensi penyiaran yang dimiliki. Peran ini dimiliki oleh tiap tiap pihak yang memiliki lisensi penyiaran termasuk siaran tradisional, siaran bergerak dan operator bergerak. 
b) Operator jaringan penyiaran yang bertugas untuk mengoperasikan jaringan penyiaran. Peran ini dijalankan oleh operator jaringan penyiaran baik berdasar pada kepemilikian lisensi frekuensi sendiri atau menyediakan jasa kepada pihak ketiga yang memiliki lisensi frekuensi. 
c) Penyedia jasa layanan bergerak yang menyediakan jasa penyiaran bergerak berdasar pada lisensi platform yang dibutuhkan. Peran layanan siaran bergerak bisa diartikan sebagai sebuah jasa yang menyediakan kanal kanal penyiaran untuk penerima bergerak.  
d) Distributor yaitu yang menyediakan layanan penyiaran bergerak tersebut kepada konsumen serta membuat billing atau tagihan atas penyediaan layanan tersebut kepada konsumen.
 e) Operator jaringan bergerak yang menyedikan kanal komunikasi bergerak untuk layanan interaktif dan pembelian jasa serta perlindungannya.  Peran ini dijalankan oleh operator jaringan bergerak.
 f) Konsumen adalah mereka yang bersedia membeli atau menggunakan layanan penyiaran bergerak.

untuk proses penyiran pertelevisian digital dalam 1 (satu) kanal frekuensi radio dalam kasus penyiaran televisi digital terestrial dapat digunakan sampai dengan 6 (enam) stasiun televisi. Jika semua stasiun televisi siaran beralih ke digital, maka semua stasiun televisi siaran nasional dan lokal yang ada saat ini bisa mendapatkan kanal dengan kemungkinan interferensi yang minimal seperti yan diilustrasikan pada gambar dibawah ini.




Efisiensi pemanfaatan kanal tersebut didapatkan karena penerapan sistem kompresi pada teknologi penyiaran televisi digital. Kompresi dilakukan supaya data dapat disimpan atau ditrasmisikan secara lebih efesien. Ukuran data dalam bentuk telah terkompresi (Compress, C) relatif terhadap ukuran aslinya  (Original, O) dikenai dengan rasio kompresi (R=C/O). Jika kebalikan proses, yaitu dekompresi, menghasilkan bentuk replika dari data aslinya. Untuk kompresi gambar, keakuratan dari pendekatan ini umumnya menurun dengan meningkatnya rasio kompresi. Beberapa standar kompresi untuk industri adalah sebagai berikut:  
a. MPEG (Moving Picture Expert Group)  merupakan salah satu kelompok kerja ISO/IEC, yang dibentuk pada tahun 1988 untuk mengembangkan standar format audio dan video digital.  
b. JPEG (Joint Photographic Expert Group), merupakan salah satu kelompok kerja ISO/IEC yang menekankan pada pembentukan standar untuk pengodean gambar tone kontinyu. 
c. DV (Digital Video), merupakan format digital resolusi tinggi yang digunakan pada kamera video dan camcorder. Standar ini menggunakan DCT untuk mengkompres data piksel dan merupakan bentuk kompresi lossy.
 d. Kompresi DivX, merupakan sutau perangkat lunak yang menggunakan standar MPEG-4 untuk mengkompres video digital, sehingga dapat diunduh (download) melalui koneksi modem DSL/kabel dalam waktu yang singkat tanpa mengurangi kualitas gambar visual.  Dari standar-standar kompresi di atas, yang paling umum digunakan dalam sistem penyiaran televisi digital terestrial adalah standar MPEG (Moving Picture Expert Group).



Untuk penerimaan siaran yang siap untuk dinikmati masih ada beberapa tahapan lagi yaitu setelah bentuk format siaran telah disiarkan melalui pemancar lalu Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi warna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi. 

E.      Pendapat Tentang Migrasi TV Analog ke TV Digital
Saya setuju karena untuk meningkatkan layanan broadband dan internet yang lebih baik dan untuk memaksimalkan spektrum yang sekarang digunakan oleh tv digital.

Sumber :