Kamis, 10 Januari 2019
Sabtu, 24 November 2018
Logo
Menurut Wikipedia, Logo
adalah suatu gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili
suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan
hal lainnya membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah di ingat sebagai
pengganti dari nama sebenarnya.
Sebuah logo wajib mempunyai
filosofi dan kerangkat dasar yang berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat
yang berdiri sendiri atau mandiri. Sebuah logo memiliki ciri khas seperti warna
dan bentuk logo tersebut.
Sebuah logo dapat memakai
elemen apa saja, seperti tulisan, logogram, gambar, ilustrasi dan lain-lain.
Sebuah logo adalah simbol atau elemen gambar pada identitas visual.
Menurut Sularko, dkk (2008:
6) dalam bukunya “How to They Think” Logo atau corporate identity atau brand
identity adalah sebuah tanda yang secara langsung tidak menjual, tetapi memberi
suatu identitas yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran yang signifikan,
bahwa logo mampu membantu membedakan suatu produk atau jasa dari kompetitornya.
Suatu logo dapat diambil
artinya dari suatu kualitas yang disimbolkan, melalui pendekatan budaya
perusahaan (corporate culture), penempatan posisi (positioning) historis atau
aspirasi perusahaan, apa yang diartikan atau dimaksudkan adalah penting
daripada seperti apa rupanya. Secara keseluruhan logo adalah instrumen rasa
harga diri dan nilai-nilainya dapat mewujudkan citra positif dan dapat
dipercaya.
-
3 lapisan eskrim mewakili banyak rasa yang
diberikan dengan merepresentasikan 3 dasar rasa eskrim yaitu vanilla
,strawberry, coklat.
- Daun
di cone ice cream mewakili rasa yang
original dan asli buatan sendiri.
- Gambar
ice cream melebihi lingkaran yang berarti ice cream ini memiliki impian
melewati batasan yang tanpa batas seperti lingkaran. Sedangkan warna biru pada
lingkaran mewakili ke-eleganan dari eskrim.
Selasa, 30 Oktober 2018
Perangkat Modern untuk pendukung Desain Permodelan Grafis
Desain pemodelan grafis adalah
suatu ilmu yang mempelajari tentang membuat dan menciptakan obyek baru
berupa seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya
yang direkayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan
di tahapan awal untuk pembuatan,penyimpanan, dan manipulasi model dan
citra.
1. Aplikasi
Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini
sering digunakan untuk
keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster,
dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar
yang diambil dari program lain (seperti
Adobe Photoshop).
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
• Adobe FrameMaker
• Adobe In Design
• Adobe PageMaker
• Corel Ventura
• Microsoft Publisher
• Quark Xpres
2. Aplikasi
Pengolah Vektor/Garis
Program yang
termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan
untuk membuat gambar
dalam bentuk vektor/garis
sehingga sering disebut sebagai Illustrator
Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa
garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam
kelompok ini adalah:
• Adobe Illustrator
• Beneba Canvas
• CorelDraw
• Macromedia Freehand
• Metacreations Expression
• Micrografx Designer
3. Aplikasi
Pengolah Pixel/Gambar
Program yang
termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan
untuk mengolah gambar/manipulasi
foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-
program tersebut dianggap sebagai kombinasi
beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan
warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari
beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun
begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga
mengolah teks dan garis,
akan tetapi dianggap sebagai kumpulan pixel. Objek yang
diimpor dari program pengolah vektor/garis,
setelah diolah dengan program
pengolah pixel/titik
secara otomatis akan dikonversikan menjadi
bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
• Adobe Photoshop
• Corel Photo Paint
• Macromedia Xres
• Metacreations Painter
• Metacreations Live Picture
• Micrografx Picture Publisher
• Microsoft Photo Editor
• QFX
• Wright Image
4. High
End Smartphone
Dapat bekerja dimana saja tanpa mengkhawatirkan
bagaimana bekerja di komputer atau mentransfer data kapan saja dan dimana saja.
5. Adobe
Creative Cloud
Perangkat seperti
Adobe Photoshop , Indesign dan Ilustrator dapat menyederhanakan selama proses
mendesain, dan lebih mudah dalam penyimpanan dan pengaksesan file yang disimpan
6. Aplikasi
pengolah 3D
• Autodesk Maya
• Blender
• Posser
• ZBrust
• Carrara
sumber :
https://edugrafs.wordpress.com/materi/grafis-berbasis-vector-grafis-berbasis-bitmap/
https://idseducation.com/articles/software-animasi-3d-yang-banyak-digunakan-animator-profesional/
Sabtu, 30 Juni 2018
Analisa dan Evaluasi Website
Untuk mengevaluasi sebuah website kita bisa
menggunakan sebuah parameter sebagai acuan, ada banyak sekali parameter yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi sebuah website. Namun secara umum ada
beberapa parameter yang paling sering digunakan dalam menilai sebuah website
seperti :
Accesibility
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA
Readibility
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
Speed
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik.
Content
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
Technology
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain itu dibangun
Accesibility
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA
Readibility
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
Speed
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik.
Content
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
Technology
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain itu dibangun
Setelah mengetahui parameter – parameter umum dalam menilai
sebuah website, kita dapat melakukan analisa terhadap suatu website.
Sebelum itu kita harus mengetahui tipe analisis web.
Tipe-Tipe Analisis Web:
a. Content Analysis
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
b. Interaction Analysis
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
c. Functional Analysis
Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil
d. Configuration Analysis
Konfigurasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga meliputi relasi database dengan web jika diperlukan. Setelah mengetahui apa saja jjenis dari analisis maka kita akan masuk ke tahap proses menganalisanya.
Setelah mengetahui apa saja parameter dan tipe analisis data, tentunya kita juga harus mengetahui langkah-langkah pengujiannya. Pengujian merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam jaminan kualitas aplikasi. Pengujian ini dilakukan untuk menemukan beberapa kesalahan yang disebabkan oleh proses perancangan maupun proses implementasi yang belum benar.
Biasanya sebuah pengujian dilakukan oleh sekelompok tim yang sudah teroganisir. Dalam pengujian aplikasi berbasis WEB ini tim tersebut akan menyusun beberapa langkah. Menurut Krishen Kota terdapat 10 langkah dalam pengujian aplikasi berbasis WEB diantaranya adalah :
1. Menentukan Sasaran Pengujian (Objective)
Sebelum melakukan sebuah pengujian kita harus menentukan beberapa sasaran pengujian, agar pengujian yang akan dilakukan terarah. Sehingga seorang penguji dapat menentukan beberapa prioritas pengujian dalam sebuah pengujian aplikasi.
2. Menentukan Proses dan Pelaporan Pengujian
Dengan menentukan proses pengujian dan susunan pelaporan pengujian, maka setiap anggota dalam sebuah tim penguji akan mengerti aliran dari sebuah proses pengujian.
3. Memantau Hasil Pengujian (Tracking Results)
Ketika kita sudah memulai sebuah proses pengujian aplikasi, kita akan menemukan beberapa error, bug, defect, dan sebagainya. Sehingga tim penguji membutuhkan cara untuk menyimpan, mengorganisir dan mendistribusikan informasi tersebut kepada semua anggota tim penguji. Tim juga akan membutuhkan cara untuk menjaga tim agar tetap mendapat informasi status dari sebuah proses pengujian. Oleh karena itu, dalam sebuah pengujian dibutuhkan pemantauan hasil (tracking results).
4. Menentukan Area Pengujian (Environment Test)
Menentukan area pengujian disini diartikan sebagai pembagian wilayah kerja dari sebuah tim, misalkan sebuah tim penguji dibagi menjadi tiga area pengujian yaituWEB server, database server, dan application server.
5. Pengujian Kegunaan Aplikasi (Usability Testing)
Dalam tahap usability test ini kita akan mencoba meneliti tiga aspek yang berkaitan dengan user’s experience diantaranya adalah :
Apakah WEB application tersebut memiliki desain antarmuka yang konsisten?
Seberapa mudahkah navigasi dari WEB application tersebut?
Apakah feed back yang diberikan WEB application tersebut sesuai dengan keinginan pengguna?
6. Pengujian Unit (Unit Testing)
Unit testing ini merupakan pengujian yang hanya fokus pada beberapa bagian kecil dari fungsionalitas WEB application. Misalnya menguji kebenaran dari penyimpanan data setelah pengguna menekan tombol “submit”.
7. Pengujian Kode HTML
Pengujian kode HTML ini bertujuan untuk menguji apakah aplikasi tersebut dapat dijalankan pada bermacam-macam browser, resolusi layar dan OS yang berbeda. Pengujian ini dapat dilakukan melalui http://validator.w3.org.
8. Load Testing
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa lamakah sebuah halamanWEB application di-load kedalam browser milik pengguna. Pada umumnya, sebuah halaman dapat di-load kurang dari 15 detik.
9. User Acceptance Testing
Dengan melakukan pengujian ini, tim akan mengetahui apakah WEB applicationtersebut sudah memiliki fungsi yang sesuai dengan keinginan pengguna atau belum. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menguji aplikasi versi Beta.
10. Pengujian Keamanan (Security Testing)
Tahap ini merupakan tahap akhir yang penting untuk mengetahui apakah WEB application tersebut sudah memiliki sistem keamanan yang baik atau belum. Kita juga harus menguji apakah WEB application tersebut aman terhadap serangan dari dalam maupun luar sistem.
Tipe-Tipe Analisis Web:
a. Content Analysis
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
b. Interaction Analysis
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
c. Functional Analysis
Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil
d. Configuration Analysis
Konfigurasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga meliputi relasi database dengan web jika diperlukan. Setelah mengetahui apa saja jjenis dari analisis maka kita akan masuk ke tahap proses menganalisanya.
Setelah mengetahui apa saja parameter dan tipe analisis data, tentunya kita juga harus mengetahui langkah-langkah pengujiannya. Pengujian merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam jaminan kualitas aplikasi. Pengujian ini dilakukan untuk menemukan beberapa kesalahan yang disebabkan oleh proses perancangan maupun proses implementasi yang belum benar.
Biasanya sebuah pengujian dilakukan oleh sekelompok tim yang sudah teroganisir. Dalam pengujian aplikasi berbasis WEB ini tim tersebut akan menyusun beberapa langkah. Menurut Krishen Kota terdapat 10 langkah dalam pengujian aplikasi berbasis WEB diantaranya adalah :
1. Menentukan Sasaran Pengujian (Objective)
Sebelum melakukan sebuah pengujian kita harus menentukan beberapa sasaran pengujian, agar pengujian yang akan dilakukan terarah. Sehingga seorang penguji dapat menentukan beberapa prioritas pengujian dalam sebuah pengujian aplikasi.
2. Menentukan Proses dan Pelaporan Pengujian
Dengan menentukan proses pengujian dan susunan pelaporan pengujian, maka setiap anggota dalam sebuah tim penguji akan mengerti aliran dari sebuah proses pengujian.
3. Memantau Hasil Pengujian (Tracking Results)
Ketika kita sudah memulai sebuah proses pengujian aplikasi, kita akan menemukan beberapa error, bug, defect, dan sebagainya. Sehingga tim penguji membutuhkan cara untuk menyimpan, mengorganisir dan mendistribusikan informasi tersebut kepada semua anggota tim penguji. Tim juga akan membutuhkan cara untuk menjaga tim agar tetap mendapat informasi status dari sebuah proses pengujian. Oleh karena itu, dalam sebuah pengujian dibutuhkan pemantauan hasil (tracking results).
4. Menentukan Area Pengujian (Environment Test)
Menentukan area pengujian disini diartikan sebagai pembagian wilayah kerja dari sebuah tim, misalkan sebuah tim penguji dibagi menjadi tiga area pengujian yaituWEB server, database server, dan application server.
5. Pengujian Kegunaan Aplikasi (Usability Testing)
Dalam tahap usability test ini kita akan mencoba meneliti tiga aspek yang berkaitan dengan user’s experience diantaranya adalah :
Apakah WEB application tersebut memiliki desain antarmuka yang konsisten?
Seberapa mudahkah navigasi dari WEB application tersebut?
Apakah feed back yang diberikan WEB application tersebut sesuai dengan keinginan pengguna?
6. Pengujian Unit (Unit Testing)
Unit testing ini merupakan pengujian yang hanya fokus pada beberapa bagian kecil dari fungsionalitas WEB application. Misalnya menguji kebenaran dari penyimpanan data setelah pengguna menekan tombol “submit”.
7. Pengujian Kode HTML
Pengujian kode HTML ini bertujuan untuk menguji apakah aplikasi tersebut dapat dijalankan pada bermacam-macam browser, resolusi layar dan OS yang berbeda. Pengujian ini dapat dilakukan melalui http://validator.w3.org.
8. Load Testing
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa lamakah sebuah halamanWEB application di-load kedalam browser milik pengguna. Pada umumnya, sebuah halaman dapat di-load kurang dari 15 detik.
9. User Acceptance Testing
Dengan melakukan pengujian ini, tim akan mengetahui apakah WEB applicationtersebut sudah memiliki fungsi yang sesuai dengan keinginan pengguna atau belum. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menguji aplikasi versi Beta.
10. Pengujian Keamanan (Security Testing)
Tahap ini merupakan tahap akhir yang penting untuk mengetahui apakah WEB application tersebut sudah memiliki sistem keamanan yang baik atau belum. Kita juga harus menguji apakah WEB application tersebut aman terhadap serangan dari dalam maupun luar sistem.
Dampak
Ekonomi dari pengaruh Web atas
A.
Perikalanan
Beberapa dampak dalam
bidang ekonomi dari periklanan antara lain:
1. Dampak terhadap produk
Kepercayaan
terhadap produk meningkat dan memperkuat daya beli konsumen sehingga pabriknya
harus memproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi selera konsumen.
2. Dampak terhadap Media
Media
akan mendapat keuntungan , karena pengiklan (melaluibiro iklan) memesan ruang
dan waktu yang dimiliki oleh media untuk digunakan bagi penyebaran pesan
tentang produknya.
3. Dampak terhadap Perusahaan.
Dengan
periklanan maka banyak orang mengenal nama pabrik, bagaimana cara bekerjanya,
kemajuanmanagemennya, siapa sebenarnya menjadi otak dibalik kesuksesan,
perkembangan perburuhan, teknologi yang digunakan.
4. Dampak terhadap para pesaing
Dengan
adanya iklan suatu perusahaan akan mengakibatkan pabrik lain akan berusaha
memproduksi barang yang sejenis ataupun substitusi lainnya.
5. Dampak terhadap Konsumen.
Konsumen mempunyai pilihan yang lebih
banyak dan bervariasi terhadap produk yang sama maupun substitusi.
6. Dampak terhadap Bisnis dalam Masyarakat.
Iklan mengakibatkan terbentuknya
suatu jaringan bisnis apakah itu jaringan bisnis baru maupun memperluas
jaringan bisnis yang lama. Semuanya berdampak pada pemerataan pendapatan.
7. Dampak Terhadap Nilai suatu Produk
Periklanan mempunyai
dampak terhadap nilai suatu produk karena :
a. Periklanan dapat memperlihatkan penggunaan
suatu produk tertentu.
b. Periklanan dapat menambah nilai yang lebih
positip .
c. Menambah nilai ekonomi untuk barang maupun
jasa tertentu dalam pandangan konsumen
8. Dampak pada Harga
Menambah nilai suatu produk maka
dampak berikutnya adalah penambahan biaya iklan untuk produk itu pada media.
B. Penjualan Online
Ada dua dampak yang
ditimbulkan yaitu dampak positif dan dampak negatif.
Dampak Positif:
1. Lebih cepat dan
mudah dalam meyelesaikan pekerjaan
2. Dapat berkomunikasi
dengan baik tidak peduli jarak dan waktu
3. Mudah mencari
informasi serta berbelanja / bertransaksi online pun dapat dilakukan.
Dampak Negatif :
1. Munculnya banyak
penipu yang memanfaatkan internet
2. Adanya plagiatisme
3. Munculnya
pencurian/hack
4. Munculnya banyak
konten-konten dewasa yang seharusnya tidak dilihat anak kecil dapat merusak
mental
5. Bahaya kesehatan
akibat radiasi yang ditimbulkan oleh komputer itu sendiri
C.
Lelang
Online
Keuntungan - keuntungan
antara lain sebagai berikut :
1. Tidak Terbatas oleh
Waktu.
Dengan
lelang online, Anda dapat melakukan penawaran kapanpun Anda mau, 24 jam sehari
dan 7 hari seminggu.
2. Tidak Terbatas oleh
Tempat.
Anda
tidak perlu melihat wajah saingan saingan yang ikut menawar item favorit Anda,
karena bisa jadi Anda dan mereka berdiri pada benua yang berbeda, tentunya
selama tempat tersebut terjangkau Internet.
3. Jumlah Penawar yang
Besar.
Lelang
online menyediakan ruang yang cukup sekalipun semua manusia di dunia
berpartisipasi.
4. Jumlah Penjual yang
Besar.
Dengan
adanya jumlah penawar yang besar, tentunya juga memicu penjual untuk memasang
barangnya, tentunya ini harus didukung oleh kemudahan-kemudahan yang disediakan
pada website yang bersangkutan.
5. Jaringan Ekonomi.
Hal
ini akan menimbulkan siklus ekonomi permintaan dan persediaan, menjadikan
sebuah sistem yang berguna bagi pesertanya.
Daftar Pustaka
Rabu, 30 Mei 2018
Struktur Website Yang Baik
Membuat Struktur Website Yang Baik
Struktur
website harus seperti piramida. Di bagian atas piramid adalah beranda, dan di
bawah beranda sejumlah halaman kategori. Untuk website yang lebih besar,
website harus membuat subkategori atau taksonomi khusus (lebih banyak lagi
nanti). Dalam kategori dan subkategori, akan memiliki sejumlah posting blog,
halaman atau halaman produk.
Mengembangkan Struktur Internal Link
tiga
alasan mengapa internal link sangat penting:
- Memungkinkan
pengguna untuk menavigasi web
- Membantu
membangun informasi hirarki untuk website
- Membantu
penyebaran link juice (ranking power)
Masing-masing
secara langsung terkait dengan penciptaan struktur web yang terintegrasi
dengan baik.
Tidak perlu terlalu rumit dalam membuat internal link. Ide dasarnya adalah bahwa setiap halaman di web harus memiliki beberapa link (mengandung link dari halaman lain). Internal Link memberitahu mesin pencari halaman mana yang penting, dan bagaimana menuju ke sana.
Tidak perlu terlalu rumit dalam membuat internal link. Ide dasarnya adalah bahwa setiap halaman di web harus memiliki beberapa link (mengandung link dari halaman lain). Internal Link memberitahu mesin pencari halaman mana yang penting, dan bagaimana menuju ke sana.
Menetapkan Konten Cornerstone
Halaman konten yang penting penting disebut konten
Cornerstone. Artikel Cornerstone adalah artikel terpenting di situs suatu
website. Isi Cornerstone adalah konten yang persis mencerminkan bisnis atau
misi bisnis web tersebut.
Membagi Halaman Anda Dalam Kategori.
Pastikan kategori itu sama besarnya. Jika kategori menjadi
terlalu besar karena blogging banyak tentang topik tertentu, website harus
membagi kategori tersebut menjadi dua kategori utama. Aturan praktis yang bagus
untuk ukuran kategori adalah memastikan bahwa tidak ada kategori yang lebih
dari dua kali ukuran kategori lainnya
Contoh struktur
website Belajarkoding.net :
a.
Berdasarkan
Struktur Website :
·
Beranda Web
·
Kategori
·
Sub kategori
·
Internal link
b.
Corner stone dari web tersebut merupakan
informasi tentang koding , baik desktop, mobile maupun untuk web application
c.
Mudahnya
pencarian web tersebut hanya untuk beberapa key word saja.
Suber:
Senin, 30 April 2018
Pengembangan Web dan Perbandingan 2 Web
INSTITUSI PENGELOLA INTERNET ATAU WEB
Berikut ini adalah beberapa
institusi pengola website
1. W3C
(WORLD WIDE WEB CONSORTIUM) – http://www.w3c.org
World Wide Web
Consortium (W3C) adalah organisasi dunia (internasional) yang mengatur standar
World Wide Web (W3) atau dalam bahasa indonesia disebut Waring Wera Wanua.
Organisasi ini berkomitmen dalam mengatur pengembangan web, yang terdiri dari
320 anggota dan didirikan pada Oktober 1994 sebagai gabungan antara
Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan European Organization for
Nuclear Research (CERN), dengan dukungan dari U.S. Defense Advanced Research
Project Agency (DARPA) danEuropean Commission. Selain mengatur aturan
pengembangan web, juga membuatt Web dapat diakses oleh semua user dan ikut
melibatkan diri dalam dunia pendidikan. Beberapa standar hasil pengembangan
ataupun rekomendasi dari W3C antara lain
HTML, CSS, XHTML, DOM, SOAP, XML, dan masih banyak lagi.
Selain itu, Tim Berners-Lee adalah
seorang penemu dari World Wide Web pada tanggal Oktober 1994 dan pada akhirnya
diangkat menjadi ketua World Wide Web Consortium (W3C). W3C sendiri telah
bekerja sama dengan organisasi lain yang melakukan standarisasi teknologi
seperti Internet Engineering Task Force,Forum Wireless Application Protocols
(WAP) dan Unicode Consortium.
2. INTERNET
ENGINEERING TASK FORCE (IETF)
IETF (Internet
Engineering Task Force ) merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak
pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam
pengembangan jaringan komputer dan Internet. Organisasi ini diatur oleh IESG
(Internet Engineering Steering Group), dan diberi tugas untuk mempelajari
masalah-masalah teknik yang terjadi dalam jaringan komputer dan Internet, dan
kemudian mengusulkan solusi dari masalah tersebut kepada IAB (Internet
Architecture Board). Pekerjaan IETF dilakukan oleh banyak kelompok kerja
(disebut sebagai Working Groups) yang berkonsentrasi di satu bagian topik saja,
seperti halnya keamanan, routing, dan lainnya. IETF merupakan pihak yang
mempublikasikan spesifikasi yang membuat standar protokol TCP atau IP.
IETF dimulai
bulan Januari 1985 sebagai pertemuan setiap triwulan para peneliti yang didanai
pemerintah AS. Perwakilan dari vendor non-pemerintah diundang sejak pertemuan
IETF 4 oktober pada tahun itu. Pada tahun 1992, Internet Society, yang
merupakan masyarakat keanggotaan yang profesional, dibentuk dan dipindahkan ke
IETF sebagai badan standar internasional independen. Misi dari IETF adalah
untuk membuat kinerja Internet yang lebih baik dengan menghasilkan kualitas
yang tinggi, teknis dokumen yang relevan yang mempengaruhi cara desain,
penggunaan, dan mengelola Internet.
Internet dijaga
oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang
menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini
dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang
terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC
(Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet
Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB).
Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP,
DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP,
dan SSL.
3. Internet
Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN)
ICANN, singkatan
dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, adalah organisasi
nirlaba yang didirikan pada 18 September 1998dan resmi berbadan hukum pada 30
September 1998. Organisasi yang berkantor pusat di Marina Del Rey, California
ini ditujukan untuk mengawasi beberapa tugas yang terkait dengan Internet yang
sebelumnya dilakukan langsung atas nama pemerintah Amerika Serikat oleh
beberapa organisasilain, terutama Internet Assigned Numbers Authority (IANA)
.
4. Internet
Society International (ISOC)
Internet Society
International (ISOC) adalah organisasi intenasional yang mempromosikan
penggunaan Internet dan aksesnya. Keanggotaanya terbuka kepada siapa saja, baik
pribadi, perusahaan, universitas maupun pemerintah. SOC adalah asosiasi
professional Internet yang terdiri dari 17.000 anggota individual dan 130
anggota organisasi di seluruh dunia. Ia adalah organisasi non-pemerintah
berskala internasional yang bertujuan untuk bekerjasama dan berkoordinasi
secara global dalam bidang aplikasi dan teknologi internet serta
internetworking.
ISOC juga adalah
organisasi induk bagi Internet Engineering Task Force, Internet Engineering
Steering Group, dan Internet Architecture Board, ketiganya merupakan organisasi
yang bertanggungjawab terhadap pengembangan teknikal internet dan segala hal
yang berkaitan dengannya. ISOC bertujuan untuk menjamin pengembangan yang
terbuka, evolusi dan penggunaan internet agar bermanfaat bagi seluruh umat
manusia di muka bumi.
5. Internet
Assigned Numbers Authority
IANA, singkatan
dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai
oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter
protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). IANA
juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok
alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA
juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur
basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk
sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet. IANA beroperasi di bawah
naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari
Internet Architecture Board(IAB).
Lalu saya akan membandingkan
2 website yaitu TokoPedia dan JD.id, dimana saya hanya membandingkan kecepatan
dan tapilan dari kedua website tersebut.
Untuk Tokopedia memiliki kecepatan akses sekitar
4.8 detik pada percobaan pertama
Dimana tokopedia memiliki page file size
sebesar 2.6 MB. Dan memiliki Search bar yang
lebih baik dari pada JD.id karena Search bar Tokopedia selalu mengikuti setiap
kita scroll down.
Sementara untuk JD.id memiliki kecepatan akses
sekitar 7.1 detik pada percobaan pertama
Dimana
jd.id memiiki page file size sebesar 2.8
Pada Search bar JD.id hanya tetap diatas meski kita
Scroll Down. Jadi menurut saya Tokopedia memiliki search bar lebih baik karena
tidak perlu repot kembali ke atas untuk kembali mencari barang.
setelahnya
Langganan:
Postingan (Atom)

